Bahagia?

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Duniaku seakan terbalik
Hanya ada dua
Namun, ada yang ketiga
Sungguh aneh diriku

Hidup ini menjadi tak sinkron
Tak ada lagi harmoni
Hanya ada amarah dan duka
Bahagia? Tak ada

Hati ini gersang
Hati ini tak tentu arah
Ke mana dan di mana?
Aku bagai itik yang tersesat

Aku bagai sendiri
Sendiri dalam kesendirian
Teman hanya ilusi
Oasis yang menipu hati

Amarah dan duka
Semua menjadi satu
Satu keterpaduan
Bersatu menjadi derita

PS: Puisi ini lahir ketika saya mengalami depresi.

3 thoughts on “Bahagia?

  • 16th January 2020 at 14:50
    Permalink

    Saya mah suka salut sama mereka yang bisa merangkai puisi ketika keadaanya terpuruk. Setidaknya itu bisa menjadi proses pelepasan energi negatif yang sedang dirasakannya.

    Sekarang sudah nggak depresi lagi bukan? Soalnya bahaya ngalamin depresi tuh..

    Reply
  • 24th February 2020 at 23:59
    Permalink

    Terkadang depresi juga memiliki manfaatnya, tapi tergantung bagaimana menyikapinya. Contoh kecilnya ya ini. Dapat menciptakan sebuah puisi nan bermakna. Bagus puisinya!

    Reply
    • 29th April 2020 at 12:25
      Permalink

      Makasih loh mbak. saya senang baca komennya hhi

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *