Radiant, Tempat Hiburan Alternatif di Tangerang Selatan

Weekend kemarin, aku memutuskan untuk pergi ke Radiant atau Radiant Cinema. Sebuah tempat, mmh aku sebut apa ya? Tempat multifungsi, dari studio rekaman, tempat pemutaran film hingga cafe untuk sekedar kongkow. Radiant ini cukup jauh dari tempat tinggalku (Citra Raya), alamatnya di Jl. H. Abdul Gani No.17 Ciputat, Tangerang Selatan. Meskipun masih di sekitaran Tangerang tetapi tempat ini lebih dekat jika ditempuh dari Jakarta.

Aku ke sana bersama sahabatku, sebutlah namanya Pram. Kami ke sana menggunakan mobil Mazda miliknya, bertemu di Bitung dan kemudian langsung pergi menuju ke Ciputat melalui jalan tol.

On The Way to Radiant

Sahabatku Pram ini sebenarnya pendiam sepertiku, namun saat itu aku memutuskan untuk lebih banyak bicara. Dia lebih tertarik untuk membicarakan buku-buku dan juga filsafat. Di sepanjang perjalanan, kami mendengarkan berbagai macam lagu yang sangat tidak familiar di telingaku. Terdengar seperti lagu-lagu indie, pikirku.

Setelah keluar dari tol, di sepanjang perjalanan menuju Radiant benar-benar macet parah. Film yang akan kami tonton saat itu berjudul Something in The Way, film yang disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja, yang sekaligus sebagai penulis skenarionya juga.

Kami pun sempat tersesat sedikit karena kesalahan lokasi Radiant di Google Maps (Saranku, pilihlah lokasi dengan tujuan Lokasi Pintu Masuk Radiant atau Radiant Studio saat menggunakan Google Maps). Sesampainya di sana, Pram pun segera memarkirkan mobilnya. Namun, dia terlihat sangat gelisah.

“Kenapa, pram?” tanyaku penasaran.

“Ini setirnya ke-lock,” jawabnya sambil menggaruk-garuk kepala tampak kebingungan, aku hanya bisa tersenyum sembari menahan tawa. Kami berdua pun mencari solusinya di Google dan akhirnya terselesaikan juga. By the way, saat itu kami memarkir mobil di samping mobilnya Fajar Nugros, sutradara Jakarta Undercover.

Something in The Way

Sebenarnya, penanyangan film Something in The Way ini dimulai pada pukul 16:30 WIB dan kami sampai pukul 17.00 lewat. Beruntunglah kami masih bisa menonton karena waktu penayangannya yang sedikit molor, sepertinya karena menunggu beberapa penonton. Selain orang lokal seperti kami, di sana pun terlihat beberapa orang asing yang akan menonton. Kami pun masuk dan membeli tiket seharga IDR 25K, lalu meng-input beberapa data seperti nama, alamat, dan nomor handphone.

Resepsionis yang menjual tiketnya ramah, seorang pria tambun yang selalu tersenyum pada kami. Terima kasih untuk senyuman dan kesopanannya, siapapun namamu.

Film pun dimulai, dan sepanjang pemutaran film, Fajar Nugros banyak berkomentar dan juga banyak makan-minum, ahaha.  Aku berada di sampingnya, masih kuingat kalimat yang dia lontarkan saat menonton film ini, “Coli-coli melulu.”

Ya, aku setuju dengan ucapannya tersebut. Film ini banyak sekali adegan coli yang dilakukan oleh sang tokoh utama, yaitu Ahmad yang diperankan oleh Reza Rahardian. Kemudian, ada juga adegan menarik lainnya, yaitu ketika Reza Rahadian beradegan panas dengan Ratu Felisha. Otomatis, serasa ada yang memberontak di balik celanaku ini, ahaha. Puncaknya, kami disuguhi dengan twist ending!

So, Radiant ini bisa dijadikan sebagai tempat hiburan alternatif saat weekend tiba. Khususnya buat kamu yang hobi menonton film-film indie atau festival yang mungkin tidak sempat kamu tonton di bioskop atau dikarenakan akses yang sulit untuk menontonnya. Tempatnya clean, orang-orangnya ramah dan studio tempat kami menonton pun cukup nyaman sekalipun berukuran minimalis.

Bebal Boy

Anak bebal yang selalu mencoba berbagai hal.

2 Responses

  1. Hendra says:

    Jadwal pemutaran molor karena menunggu materi film dari pemiliknya langsung yang datangnya pun telat. Sang pemilik tidak memperkenankan filmnya untuk digandakan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *