Zahir, Apakah Pilihan Tepat untuk Rumah Makan?

Lusa kemarin, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2017. Aku pergi ke Kantor Zahir di BSD. Dengan setelan seadanya, dan sepatu butut lamaku semasa dulu kuliah. Aku pun berangkat naik mobil trans jurusan Citra Raya – Summarecon Mal Serpong (SMS).

Pergi ke Kantor Zahir

Sebelumnya, aku sudah memberi info ke Zahir akan datang melalui pesan singkat via WhatsApp. Awalnya mereka menawariku untuk pergi ke kantor pusat Zahir di Kemang tapi aku menolak dan menyarankan diriku sendiri untuk pergi ke Kantor Zahir cabang Serpong yang lebih dekat.

Di perjalanan, aku sempatkan untuk tidur sebentar di mobil. Saat bangun, aku langsung teringat sesuatu yang membuat diriku panik. Baru kusadari bahwa aku lupa membawa uang untuk pembayaran ke Zahir. Aku telepon Teteh Linda, kakak perempuanku untuk mentransfer uangnya. Sial, WA maupun telepon tak direspon. Akhirnya, aku mencoba menelepon temanku yang bekerja di BSD untuk transfer juga, tapi dia pun sama tak bisa.

Setelah sampai di SMS, dengan perasaan dongkol. Aku pun langsung pesan Gojek dan pergi langsung dengan tujuan ke kantor Zahir. Abang Gojeknya baik, mencari jalur alternatif yang lebih cepet ketimbang harus mengikuti maps yang memutar lebih jauh. Kantor Zahir ini ternyata letaknya ada di dalam sebuah perumahan. Awalnya, kukira kantornya ada di kawasan ruko.

Di sana aku disambut oleh Pak Agus yang awalnya kukira seorang bapak paruh baya. Namun aku salah, ternyata dia masih sebaya denganku. Di sana aku dipersilahkan untuk masuk ke sebuah ruangan minimalis, diberi minum dan ditawari permen. Terima kasih untuk semua kesopanan dan keramahannya.

Presentasi tentang Sistem

Ruangan minimalis dengan sebuah layar LCD yang ditempel permanen di dinding. Kami pun mulai membicarakan tentang sistem Zahir ini, lalu kemudian dilanjut dengan presentasi dari Pak Agus. Layaknya klien, aku ingin tahu kelebihan dan kekurangan dari sistem ini. Sepanjang presentasi, aku banyak bertanya tentang sistem ini sembari diskusi.

Aku baru sadar bahwa bukan sistem ini yang kuinginkan. Terjadi misunderstanding antara aku dan pihak Zahir saat chat via WA sebelumnya. Aku ingin sistem kasir untuk Rumah Makan milik orangtuaku, bukan sistem akuntansinya.

Pak Agus pun menjelaskan bahwa kedua sistem tersebut berbeda namun saling terintegrasi satu sama lain. Presentasi pun dilanjut kembali. Aku bertanya tentang maksimal users, perihal adanya limit maksimal omset 100 juta, dan bagaimana seandainya ada nama user yang sama, dll. Mengingatkanku kembali ke masa-masa dulu saat ditanya oleh para penguji di sidang skripsi tentang sistem yang kubuat.

Pak Agus pun mengatakan bahwa sistem Zahir ini user-friendly dan akan mudah dipahami sekalipun bukan oleh seorang Akuntan. Seriously? Banyak hal yang belum kupahami dari sistem ini, saat mencoba demo beberapa hari yang lalu pun, aku langsung disambut dengan sebuah error. Kamu bisa coba download demo-nya di sini.

Jujur saja, sebenarnya aku mulai tertarik dengan sistem ini setelah tak sengaja melihat sistem kasir ini di Ghosteak Cafe saat akan membayar. Setelah googling, aku pun semakin tertarik dengan sistem Zahir ini yang ternyata digunakan juga oleh beberapa perusahaan macam Bukalapak, Dompet Dhuafa, Lazada, Traveloka, dan perusahaan lainnya.

Presentasi pun selesai, diakhiri dengan penulisan berita acara dan jabatan tangan hangat dari Pak Agus. Dia berkata bahwa saat itu ada promo Hari Kemerdekaan dengan memberikan diskon 17% sampai tanggal 20 Agustus 2017 untuk pembelian sistemnya, lumayan juga tapi aku musti berpikir ulang lagi. Apakah sistem ini worth it untuk digunakan rumah makan?

Kembali ke Rutinitas

Aku pun kembali memesan Gojek, dan aku tunggu di depan gerbang perumahan. Basa-basi, aku tanya ke salah satu satpam di sana, kulihat kedua matanya yang merah dan dengan muka senga-nya dia jawab dengan ketus. Aku cuma ingin memastikan saja bahwa perumahan ini memang benar bernama Melati Mas untuk kujadikan patokan Gojek. Ah, sudahlah mungkin satpam tersebut sedang mabok.

Baru sadar bahwa sepatu lamaku hancur, malu sih tapi pede saja. Aku pun langsung ke rumah makan untuk menjaga kasir, kembali ke rutinitsku seperti biasanya. Selain Zahir, apakah ada sistem kasir lainnya yang cocok untuk rumah makan? Jika kamu punya rekomendasi lainnya, silakan komentar di bawah yaa. Terima kasih.

Bebal Boy

Anak bebal yang selalu mencoba berbagai hal.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *