Pengalaman Pertama Kali Mabok: Bikin Nagih!

Kepalaku bagaikan bom waktu yang siap meledakan diri. Semua itu karena masalah keluarga yang sedang kualami. Bodohnya, ketimbang kuhadapi, aku malah melarikan diri. Lari bersama botol-botol miras murahan yang kubeli.

Pertama Kali Mabok

Juli adalah bulan penuh kesialan. Ibuku pergi meninggalkan rumah, karena ayahku selingkuh. Tidak hanya itu, ayahku pun menikahi kedua wanita selingkuhannya. Sungguh malang nasib ibuku ini.

Tidak ada pilihan lain untuk ibuku, selain menggugat cerai ayahku. Aku mendukung penuh keputusan ibuku. Menurutku opsi tersebut memang yang terbaik, daripada aku harus melihat ibuku terus-menerus tersakiti.

Saat itu aku benar-benar butuh seseorang untuk mendengar curahan hatiku. Kalau tidak, bisa-bisa bom waktu di kepalaku ini meledak seketika. Kedua orangtuaku memiliki usaha rumah makan, dan salah satu cabangnya menjadi tujuanku untuk lari. Di cabang sana terdapat seorang pemuda begajulan, tapi baik hati bernama Asordi.

Asordi ini karyawan yang merangkap menjadi kasir, lahir di Jawa Tengah namun lebih lama tinggal di Banten. Selain Bahasa Indonesia, dia pun menguasai dua bahasa lainnya: Jawa dan Sunda.

Asordi menjadi tempatku berkeluh kesah, kuceritakan semua tentang masalahku. Tak melulu mendengarkan keluh kesahku, dia pun sering membicarakan tentang masa lalunya yang kelam.  Dia menawariku kopi dengan gestur dan ucapan sopan layaknya seorang bawahan terhadap atasannya. Aku menerima tawarannya.

Sebat-nya gimana, mau?” tanya Asordi padaku.

Aku berpikir cukup lama. Aku ini bukan perokok aktif, sekalipun mayoritas keluargaku adalah perokok aktif. Mencium bau asapnya saja sudah membuatku kesal, apalagi menghisapnya.

Nya sok weh, siap!” ucapku tiba-tiba, membuat diriku sendiri saja kaget mendengarnya.

Kami pun patungan untuk membeli sebungkus rokok bermerk Marlboro Filter Black, dan baru kutahu ternyata kadar TAR dan Nikotinnya lebih tinggi dibandingkan dengan rokok pada umumnya. Ditemani masing-masing cangkir kopi, kami pun mulai mengobrol ngalor-ngidur, dari persoalan kami yang sudah lama menjomlo hingga esek-esek soal wanita. Tak terasa sudah beberapa sebat kuhabiskan dan rasanya menenangkan.

Malamnya, tak cukup dengan kopi dan sebungkus rokok. Asordi menawariku untuk meminum minuman keras (selanjutnya kita singkat saja miras). Tak perlu berpikir lama, aku pun mengiyakan ajakannya tersebut. Setan kau di, ucapku dalam hati.

Dia pun beranjak pergi menggunakan sepeda motor bututnya. Beberapa menit kemudian, dia pun datang dengan wajah semringah membawa sebungkus plastik putih berisi cairan miras berwarna hitam kepekatan. Kami berdua pergi ke belakang rumah makan untuk menyiapkan semuanya, dan malam itulah pertama kalinya aku Mabok.

Asordi dengan sigap menuangkan cairan miras tersebut ke masing-masing gelas yang sudah kami siapkan. Kalaupun ada orang yang melihatnya, mereka tidak akan sadar bahwa itu miras karena warnanya yang agak-agak mirip seperti teh. Oiya, merk miras yang kami cicipi saat itu adalah Rajawali. Bisa dibeli dengan sembunyi-sembunyi di toko jamu pada malam hari.

Bagaimana Rasanya?

Rasanya benar-benar pahit, sepahit hidupku saat ini. Awalnya memang pahit, tapi lama-kelamaan terbiasa juga. Hal yang paling terasa saat itu adalah perutku yang semakin panas. Setelah beberapa kali tegak, mataku pun mulai mengantuk berat. Gedebuk! Akhirnya aku pun terjatuh, tepar tak berdaya. Badanku serasa begitu ringan, melayang-layang nikmat rasanya.

Entah kenapa? Saat itu, aku terus tertawa sekalipun tak ada yang lucu. Selain itu, aku benar-benar beser dan terpaksa harus bolak-balik ke kamar mandi. Kepalaku kliyengan saat berjalan dan langkahku pun mulai gontai, sembari masih tertawa-tawa tidak jelas.

Akhirnya aku pun lelah sendiri, jatuh dalam rebahan mimpi. Disitulah aku mulai tertawa semakin menjadi, lalu kemudian digantikan dengan suara tangisan dan begitu seterusnya. Asordi yang masih melek mulai panik melihat tingkah polahku yang aneh, sampai-sampai dia mengira diriku kerasukan jin tetangga sebelah. Asordi memegangi jempol kakiku, sambil terus-menerus memanggil namaku.

Setelah cukup sadar dan bisa mengendalikan diri, Asordi pun mengajakku untuk pergi. Aku dibonceng naik motor olehnya. Badanku benar-benar lemas saat itu, dan yang bisa kulakukan saat itu hanyalah bersandar pada punggungnya. Dia menyuruhku untuk pegangan, takut diriku terjatuh. Tapi apa daya, aku tak kuasa menggerakan tanganku.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba aku kebelet pipis. Asordi malah gaspol terus, secara refleks aku pun langsung marah-marah padanya. Dia malah tertawa dan akhirnya kami pun terpaksa berhenti di pinggir jalan. Saat itu lalu lintas cukup ramai, tanpa rasa malu aku pun kencing di pinggir jalan.

Mabok Bikin Nagih!

Jika ada yang bertanya, kenapa saat itu aku masih bisa mengingat kronologinya secara detil? Ya, aku memang benar-benar mabok. Fisikku saat itu tak berdaya, tapi bukan berarti aku tak sadarkan diri macam orang koma. Setidaknya aku masih memiliki sedikit kesadaran dan merasakan kondisi di sekitarku.

Beberapa hari setelah kejadian malam itu, berturut-turut aku mulai terbiasa melakukan semua itu. Aku sampai menghabiskan ratusan ribu hanya untuk membeli minuman haram tersebut. Intinya, mabok bikin nagih! *feel remorse

Buat kamu yang belum pernah mencoba mabuk-mabukan, saranku jangan pernah sekali-kali mendekati barang haram tersebut, apalagi mencicipinya. Semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur. Aku menceritakan pengalamanku ini bukan karena ingin membanggakan diri atau ingin diteriaki: “You’re so coll, dude!“, tetapi aku ingin membuat nasi bubur yang sudah terlanjur kubuat tersebut menjadi nasi bubur spesial, yaitu artikel yang yang sedang kamu baca ini.

Kesimpulannya, mabok itu nikmatnya hanya sementara dan tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Tak perlu kusebutkan panjang lebar tentang bahaya yang bisa ditimbulkan oleh miras, silakan kamu googling sendiri. Okay, akhirnya sampai juga di penghujung cerita. Aku tutup cerita ini dengan sebuah hadits:

“Tak akan bisa masuk surga orang yang suka meminum khamar (miras).” (HR. Ibnu Majjah)

Bebal Boy

Anak bebal yang selalu mencoba berbagai hal.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *